Home » Posts filed under Lampung
Tampilkan postingan dengan label Lampung. Tampilkan semua postingan
berita × kehidupan × Lampung × Pringsewu
Salah
satu hal yang paling sentral dalam psikologi kepribadian bahkan dalam
ilmu psikologi itu sendiri adalah mengenai pengukuran kepribadian.
Pengukuran kepribadian adalah salah satu metode untuk melihat dan
mendeskripsikan kepribadian seseorang. Pengukuran kepribadian selama
ini ada beberapa metode yang sering di gunakan.
Sifat kepribadian biasa diukur melalui angka
rata-rata pelaporan dari (self-report) kuesioner kepribadian (untuk
sifat khusus) atau penelusuran kepribadian seutuhnya (personality
inventory, serangkaian instrumen yang menyingkap sejumlah sifat). Ada
beberapa macam cara untuk mengukur atau menyelidiki kepribadian.
Berikut
ini ada beberapa metode pengukuran kepribadian:
Observasi
Direct
Observasi direct berbeda dengan observasi biasa.
Observasi direk mempunyai sasaran yang khusus , sedangkan observasi
biasa mengamati seluruh tingkah laku subjek. Observasi direct memilih
situasi tertentu, yaitu saat dapat diperkirakan munculnya indikator
dari ciri-ciri yang hendak diteliti, sedangkan observasi biasa
mungkin tidak merencanakan untuk memilih waktu.
Observasi direct diadakan dalam situasi
terkontrol, dapat diulang atau dapat dibuat replikasinya. Misalnya,
pada saat berpidato, sibuk bekerja, dan sebagainya.Ada tiga tipe
metode dalam observasi direct yaitu:
Time
Sampling Method
Dalam
time sampling method, tiap-tiap subjek diselidiki pada periode waktu
tertentu. Hal yang diobservasi mungkin sekadar muncul tidaknya
respons, atau aspek tertentu.
Incident
Sampling Method
Dalam
incident sampling method, sampling dipilih dari berbagai tingkah laku
dalam berbagai situasi. Laporan observasinya mungkin berupa
catatan-catatan dari Ibu tentang anaknya, khusus pada waktu menangis,
pada waktu mogok makan, dan sebgainya. Dalam pencatatan tersebut
hal-hal yang menjadi perhatian adalah tentang intensitasnya, lamanya,
juga tentang efek-efek berikut setelah respons.
Metode
Buku Harian Terkontrol
Metode
ini dilakukan dengan cara mencatat dalam buku harian tentang tingkah
laku yang khusus hendak diselidiki oleh yang bersangkutan sendiri.
Misalnya mengadakan observasi sendiri pada waktu sedang marah. Syarat
penggunaan metode ini, antara lain, bahwa peneliti adalah orang
dewasa yang cukup inteligen dan lebih jauh lagi adalah benar-benar
ada pengabdian pada perkembangan ilmu pengetahuan.
Wawancara
(Interview)
Menilai kepribadian dengan wawancara (interview)
berarti mengadakan tatap muka dan berbicara dari hati ke hati dengan
orang yang dinilai. Dalam psikologi kepribadian, orang mulai
mengembangkan dua jenis wawancara, yakni:
Stress
interview
Stress
interview digunakan untuk mengetahui sejauh mana seseorang dapat
bertahan terhadap hal-hal yang dapat mengganggu emosinya dan juga
untuk mengetahui seberapa lama seseorang dapat kembali menyeimbangkan
emosinya setelah tekanan-tekanan ditiadakan. Interviewer ditugaskan
untuk mengerjakan sesuatu yang mudah, kemudian dilanjutkan dengan
sesuatu yang lebih sukar.
Exhaustive
Interview
Exhaustive
Interview merupakan cara interview yang berlangsung sangat lama;
diselenggarakn non-stop. Cara ini biasa digunakan untuk meneliti para
tersangka dibidang kriminal dan sebagai pemeriksaan taraf ketiga.
Tes
Proyektif
Cara lain untuk mengatur atau menilai kepribadian
adalah dengan menggunakan tes proyektif. Orang yang dinilai akan
memprediksikan dirinya melalui gambar atau hal-hal lain yang
dilakukannya. Tes proyektif pada dasarnya memberi peluang kepada
testee (orang yang dites) untuk memberikan makna atau arti atas hal
yang disajikan; tidak ada pemaknaan yang dianggap benar atau salah.
Jika kepada subjek diberikan tugas yang menunut
penggunaan imajinasi, kita dapat menganalisis hasil fantasinya untuk
menguur cara dia merasa dan berpikir. Jika melakukan kegiatan yang
bebas, orang cenderung menunjukkan dirinya, memantulkan (proyeksi)
kepribadiannya untuk melakukan tugas yang kreatif. Jenis yang
termasuk tes proyektif adalah:
Tes
Rorschach
Tes
yang dikembangkan oleh seorang dkter psikiatrik Swiss, Hermann
Rorschach, pada tahun 1920-an, terdiri atas sepuluh kartu yang
masing-masing menampilkan bercak tintan yang agak kompleks. Sebagian
bercak itu berwarna; sebagian lagi hitam putih. Kartu-kartu tersebut
diperlihatkan kepada mereka yang mengalami percobaan dalam urutan
yang sama. Mereka ditugaskan untuk menceritakan hal apa yang
dilihatnya tergambar dalam noda-noda tinta itu. Meskipun noda-noda
itu secara objektif sama bagi semua peserta, jawaban yang mereka
berikan berbeda satu sama lain. Ini menunjukkan bahwa mereka yang
mengalami percobaan itu memproyeksikan sesuatu dalam noda-noda itu.
Analisis dari sifat jawaban yang diberikan peserta itu memberikan
petunjuk mengenai susunan kepribadiannya.
TesApersepsi Tematik (Thematic Apperception Test/TAT)
Tes
apersepsi tematik atau Thematic Apperception Test (TAT), dikembangkan
di Harvard University oleh Hendry Murray pada tahun 1930-an. TAT
mempergunakan suatu seri gambar-gambar. Sebagian adalah reproduksi
lukisan-lukisan, sebagian lagi kelihatan sebagai ilustrasi buku atau
majalah. Para peserta diminta mengarang sebuah cerita mengena
tiap-tiap gambar yang diperlihatkan kepadanya. Mereka diminta membuat
sebuah cerita mengenai latar belakang dari kejadian yang menghasilkan
adegan pada setiap gambar, mengenai pikiran dan perasaan yang dialami
oleh orang-orang didalam gambar itu, dan bagaimana episode itu akan
berakhir. Dalam menganalisis respon terhadap kartu TAT, ahli
psikologi melihat tema yang berulang yang bisa mengungkapkan
kebutuhan, motif, atau karakteristik cara seseorang melakukan
hubungan antarpribadinya.
Inventori kepribadian adalah kuesioner yang
mendorong individu untuk melaporkan reaksi atau perasaannya dalam
situasi tertentu. Kuesioner ini mirip wawancara terstruktur dan ia
menanyakan pertanyaan yang sama untuk setiap orang, dan jawaban
biasanya diberikan dalam bentuk yang mudah dinilai, seringkali dengan
bantuan komputer. Menurut Atkinson dan kawan-kawan, investori
kepribadian mungkin dirancang untuk menilai dimensi tunggal
kepribadian (misalnya, tingkat kecemasan) atau beberapa sifat
kepribadian secara keseluruhan. Investori kepribadian yang terkenal
dan banyak digunakan untuk menilai kepribadian seseorang ialah: (a)
Minnesota Multiphasic Personality Inventory (MMPI), (b) Rorced-Choice
Inventories, dan (c) Humm-Wadsworth Temperament Scale (H-W
Temperament Scale).
MMPI
terdiri atas kira-kira 550 pernyataan tentag sikap, reaksi emosional,
gejala fisik dan psikologis, serta pengalaman masa lalu. Subjek
menjawab tiap pertanyaan dengan menjawab “benar”, “salah”,
atau “tidak dapat mengatakan”. Pada prinsipnya, jawaban mendapat
nilai menurut kesesuaiannya dengan jawaban yang diberikan oleh
orang-orang yang memiliki berbagai macam masalah psikologi. MMPI
dikembangkan guna membantu klinis dalam mendiagnosis gangguan
kepribadian. Para perancang tes tidak menentukan sifat mengukurnya,
tetapi memberikan ratusn pertanyaan tes untuk mengelompokkan
individu. Tiap kelompok diketahui berbeda dari normalnya menurut
kriteria tertentu. Kelompok kriteria terdiri atas individu yang telah
dirawat dengan diagnosis gangguan paranoid. Kelompok kontrol terdiri
atas orang yang belum pernah didiagnosis menderita masalah
psikiatrik, tetapi mirip dengn kelompok kriteria dalah hal usia,
jenis kelamin, status sosioekonomi, dan variabel penting lain.
Rorced-Choice
Inventories
Rorced-Choice
Inventories atau Inventori Pilihan-Paksa termasuk klasifikasi tes
yang volunter. Suatu tes dikatakan volunter bila subjek dapat memilih
pilihan yang lebih disukai, dan tahu bahwa semua pilihan itu benar,
tidak ada yang salah (Muhadjir,1992). Subjek, dalam hal ini, diminta
memilih pilihan yang lebih disukai, lebih sesuai, lebih cocok dengan
minatnya, sikapnya, atau pandangan hidupnya.
Humm-Wadsworth
Temperament Scale (H-W Temperament Scale)
H-W
Temperament Scale dikembangkan dari teori kepribadian Rosanoff
(Muhadjir, 1992). Menurut teori ini, kepribadian memiliki enam
komponen, yang lebih banyak bertolak dari keragaman abnomal, yaitu:
-
Schizoid Autistik, mempunyai tendensi tak konsisten, berpikirnya lebih mengarah pada khayalan.
-
Schizoid Paranoid, mempunyai tendensi tak konsisten, dengan angan bahwa dirinya penting.
-
Cycloid Manik, emosinya tidak stabil dengan semangat berkobar.
-
Cycloid Depress, emosinya tak stabil dengan retardasi dan pesimisme.
-
Hysteroid, ketunaan watak berbatasan dengan tendensi kriminal.
-
Epileptoid, dengan antusiasme dan aspirasi yang bergerak terus.
H-W
Temperament Scale tersusun dalam sejumlah item yang berfungsi untuk
memilahkan kelompok yang patologik dari kelompok penderita hysteroid,
misalnya, diasumsikan memiliki mental kriminal.
Masih banyak metode dan alat-alat lain dalam
mengukur kepribadian. Penjelasan di atas hanya sekian dari beberapa
metode dan alat yang sering digunakan. Metode pengukuran kepribadian
juga akan semakin berkembang dengan semakin berkembangnya penelitian
tentang kepribadian.
Daftar Pustaka
Baihaqi,
MIF, Drs, M.Si, dkk. 2005. Psikiatri Konsep Dasar dan
Gangguan-Gangguan. Bandung: PT Refika Aditama
Sobur,
Alex, Drs, M.Si. 2003. Psikologi Umum. Bandung: Pustaka Setia.
Sarwono,
Sarlito Wirawan, Dr. 2000. Pengantar
Umum Psikologi. Jakarta: PT Bulan
Bintang
sumber : http://goo.gl/I4y57D
Coretan Hati × Lampung × Pringsewu
sukoharjo 3 pringsewu 02.53 am
tak terasa sudah berbulan-bulan apa mungkin setahun tidak pernah post artikel.apa kabar semua kawan bagaimana hari-harimu? kali ini awal kali saya post mungkin sedikit ke arah curhat ya?hmm....agak lebay tapi no lebay.hal yang wajar dalam kehidupan ini kita curhat iya bukan" karena dalam kehidupan itu selalu ada masalah yang timbul dari segala hal.kadang kehidupan ini tak selalu dan sejalan apa yang kita inginkan?ya begitulah kehidupan dalam hidup manusia berencana tetapi Tuhan lah yang menentukan.akhir-akhir ini banyak sekali masalah yang datang silih berganti tapi kita harus kuat dan mampu menghadapinya.tak terasa juga 2015 sudah berjalan satu bulan dan di tahun ini begitu banyak harapan yang semoga bisa tercapai...Amin. dan masalah hati kadang ingat dan kembali karena seorang sosok wanita yang sulit di lupakan tapi ingin dilupakan.ingin rasanya memutar kembali waktu.berharap dan berdoa semoga bisa dilalui.udah bingung mau curhat apa lagi udah lama tidak posting rasanya masih agak malu and sedikit gerogi. :P
tak terasa sudah berbulan-bulan apa mungkin setahun tidak pernah post artikel.apa kabar semua kawan bagaimana hari-harimu? kali ini awal kali saya post mungkin sedikit ke arah curhat ya?hmm....agak lebay tapi no lebay.hal yang wajar dalam kehidupan ini kita curhat iya bukan" karena dalam kehidupan itu selalu ada masalah yang timbul dari segala hal.kadang kehidupan ini tak selalu dan sejalan apa yang kita inginkan?ya begitulah kehidupan dalam hidup manusia berencana tetapi Tuhan lah yang menentukan.akhir-akhir ini banyak sekali masalah yang datang silih berganti tapi kita harus kuat dan mampu menghadapinya.tak terasa juga 2015 sudah berjalan satu bulan dan di tahun ini begitu banyak harapan yang semoga bisa tercapai...Amin. dan masalah hati kadang ingat dan kembali karena seorang sosok wanita yang sulit di lupakan tapi ingin dilupakan.ingin rasanya memutar kembali waktu.berharap dan berdoa semoga bisa dilalui.udah bingung mau curhat apa lagi udah lama tidak posting rasanya masih agak malu and sedikit gerogi. :P
Berita Pringsewu × Lampung × Pringsewu
Pringsewu adalah salah satu kabupaten di Provinsi Lampung, Indonesia. Kabupaten ini disahkan menjadi kabupaten dalam Rapat Paripurna DPR tanggal 29 Oktober 2008, sebagai pemekaran dari Kabupaten Tanggamus. Kabupaten ini Terletak 37 kilometer sebelah barat Bandar Lampung, ibu kota provinsi.
Saat ini Pringsewu disetujui menjadi kabupaten tersendiri karena perkembangannya yang bagus, baik dari segi pendapatan daerah, taraf ekonomi maupun pendidikan penduduk. Mata pencaharian yang utama di Pringsewu adalah bertani dan berdagang. Letaknya yang sangat strategis, sangat sayang jika tidak dimanfaatkan oleh Pemda setempat.
Sejarah Kabupaten Pringsewu
Sejarah Pringsewu diawali dengan berdirinya sebuah perkampungan (tiuh) yang bernama Margakaya pada tahun 1738 Masehi, yang dihuni masyarakat asli suku Lampung-Pubian yang berada di tepi aliran sungai Way Tebu (4 km dari pusat Kota Pringsewu ke arah selatan saat ini).
Selanjutnya, 187 tahun berikutnya yakni pada tahun 1925 sekelompok masyarakat dari Pulau Jawa, melalui program kolonisasi oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda, juga membuka areal permukiman baru dengan membabat hutan bambu yang cukup lebat di sekitar tiuh Margakaya tersebut. Karena begitu banyaknya pohon bambu di hutan yang mereka buka tersebut, oleh masyarakat desa yang baru dibuka tersebut dinamakan Pringsewu, yang berasal dari bahasa Jawa yang artinya Bambu Seribu.
Saat ini daerah yang dahulunya hutan bambu tersebut telah menjelma menjadi sebuah kota yang cukup maju dan ramai di Provinsi Lampung, yakni yang sekarang dikenal sebagai ‘Pringsewu’ yang saat ini juga merupakan salah satu kota terbesar di Provinsi Lampung.
Selanjutnya, pada tahun 1936 berdiri pemerintahan Kawedanan Tataan yang beribukota di Pringsewu, dengan Wedana pertama yakni Bapak Ibrahim hingga 1943. Selanjutnya Kawedanan Tataan berturut-turut dipimpin oleh Bapak Ramelan pada tahun 1943, Bapak Nurdin pada tahun 1949, Bapak Hasyim Asmarantaka pada tahun 1951, Bapak Saleh Adenan pada tahun 1957, serta pada tahun 1959 diangkat sebagai Wedana yaitu Bapak R.Arifin Kartaprawira yang merupakan Wedana terakhir hingga tahun 1964, saat pemerintahan Kawedanan Tataan dihapuskan.
Pada tahun 1964, dibentuk pemerintahan Kecamatan Pringsewu yang merupakan bagian dari wilayah Kabupaten Daerah Tingkat II Lampung Selatan sesuai dengan Undang-undang Nomor 14 Tahun 1964, yang sebelumnya Pringsewu juga pernah menjadi bagian dari Kecamatan Pagelaran yang juga beribukota di Pringsewu.
Dalam sejarah perjalanan berikutnya, Kecamatan Pringsewu bersama sejumlah kecamatan lainnya di wilayah Lampung Selatan bagian barat yang menjadi bagian wilayah administrasi Pembantu Bupati Lampung Selatan Wilayah Kotaagung, masuk menjadi bagian wilayah Kabupaten Tanggamus berdasarkan Undang-undang Nomor 2 Tahun 1997, hingga terbentuk sebagai daerah otonom yang mandiri.
Kabupaten Pringsewu merupakan wilayah heterogen terdiri dari bermacam-macam suku bangsa, dengan masyarakat Jawa yang cukup dominan, disamping masyarakat asli Lampung, yang terdiri dari masyarakat yang beradat Pepadun (Pubian) serta masyarakat beradat Saibatin (Peminggir).
Kabupaten Pringsewu mempunyai luas wilayah 625 km2, berpenduduk 377.857 jiwa (data 2011) terdiri dari 195.400 laki–laki dan 182.457 perempuan. Kabupaten Pringsewu terdiri dari 96 pekon (desa) dan 5 kelurahan, yang tersebar di 9 kecamatan, yaitu Kecamatan Pringsewu, Pagelaran, Pardasuka, Gadingrejo, Sukoharjo, Ambarawa, Adiluwih, Kecamatan Banyumas dan Pagelaran Utara.
Dari segi luas wilayah, Kabupaten Pringsewu saat ini merupakan kabupaten terkecil, sekaligus terpadat di Provinsi Lampung.
Transportasi
Letak Kabupaten Pringsewu yang strategis di Jalur Lintas Barat yang merupakan salah satu jalur tersibuk di Provinsi lampung menuju sejumlah provinsi di pantai barat Sumatera, membuat posisi Kabupaten Pringsewu sangat potensial untuk pengembangan sektor perdagangan dan jasa, baik usaha perdagangan kecil, menengah maupun usaha perdagangan besar.
Dengan adanya sebuah terminal (Terminal Pringsewu) yang melayani baik jasa angkutan kota, angkutan perdesaan, angkutan perbatasan, serta bus antar kota dalam provinsi dan antar provinsi yang melayani masyarakat dengan jasa transportasi yang memadai, menjadikan kota ini semakin eksis sebagai salah satu kota tersibuk di Provinsi Lampung.
Pendidikan dan Prestasi
Di bidang pendidikan, Kabupaten Pringsewu memiliki sebanyak 275 SD/Madrasah Ibtidaiyah Negeri dan 39 Swasta, 22 SMP Negeri, 32 SMP Swasta, 9 SMA/SMK Negeri, 27 SMA/SMK Swasta dan 7 Perguruan Tinggi Swasta seperti STIKES Muhammadiyah Pringsewu, Akademi Teknologi Pringsewu, STIE Muhammadiyah Pringsewu, STKIP Muhammadiyah Pringsewu, STIKES Aisyah Pringsewu, AKBID Alifa Pringsewu, dan STMIK Pringsewu.[4]
Dalam bidang pendidikan juga , pelajar dari Kabupaten Pringsewu banyak yang mempunyai prestasi yang luar biasa dan telah mengharumkan tidak hanya untuk Kabupaten Pringsewu namun juga untuk Provinsi Lampung, dan bahkan membawa harum nama Indonesia di tingkat dunia, seperti Irfan Haris seorang pelajar dari SMA Negeri 1 Pringsewu yang telah berhasil meraih menjadi juara pada Olimpiade Sains Bidang Biologi di Jepang dan Korea Selatan dua kali berturut-turut.
Dalam bidang olahraga, tak bisa dipungkiri, bahwa prestasi yang diraih oleh putra-putri terbaik dari Kabupaten Pringsewu sangat membanggakan dan mengharumkan, tidak hanya untuk Kabupaten Pringsewu ataupun Provinsi Lampung, namun juga bagi Bangsa Indonesia.
Siapapun pasti akan mengenal sosok Imron Rosyadi dengan Padepokan Gajah Lampung sebagai pusat pelatihan angkat besi dan berat yang namanya bahkan terkenal hingga di seluruh dunia. Dari tangan Imron Rosyadi, banyak dilahirkan lifter-lifter dunia ternama asal Indonesia.
Lisa Rumbewas, salah satu lifter dunia yang berhasil memperoleh medali emas pada olimpiade beberapa tahun lalu juga tercatat sebagai salah satu lifter yang pernah mengenyam pelatihan di Padepokan Gajah Lampung Pringsewu.
Disamping Angkat Besi dan Angkat Berat, masih banyak atlet-atlet dari Kabupaten Pringsewu yang memiliki prestasi yang cukup handal, diantaranya dari Cabang Bulu Tangkis, Karateka, Tenis Meja dan juga Cabang Olah Raga Sepak Bola.
Pelayanan Kesehatan
Di bidang pelayanan Kesehatan, di Kabupaten Pringsewu telah terdapat Rumah Sakit Umum Daerah Pringsewu, Rumah Sakit Swasta, Puskesmas dan Puskesmas Pembantu yang tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Pringsewu, serta terdapat pula Balai pengobatan serta Fasilitas Kesehatan milik swasta lainnya.
Pusat Perbelanjaan
Guna melayani kebutuhan warga, di pusat kota Pringsewu sendiri terdapat 4 buah pasar tradisional yakni Pusat Perbelanjaan Pringsewu, Pasar Sarinongko, Pasar Baru Pringsewu, dan Pasar Pagi yang siap melayani masyarakat Pringsewu dan sekitarnya. Selain itu terdapat pula pasar kecamatan yang berada di setiap ibukota kecamatan serta pasar desa. Bahkan, telah ada satu pusat perbelanjaan modern yaitu Chandra Department Store Pringsewu yang diresmikan mantan Pejabat Bupati Pringsewu Sudarno Eddi pada tanggal 11 November 2011.[5]
Potensi Kabupaten
Potensi Pertanian, Perkebunan, Perikanan, dan Peternakan
Sebagai daerah yang masih agraris, struktur perekonomian Kabupaten Pringsewu masih didominasi oleh Sektor Pertanian dengan Komoditas yang dominan adalah Padi sawah dan padi ladang, padi organik, jagung dan juga Komoditas Sayur mayur serta ubi jalar, ubi kayu, kacang tanah dan juga kacang hijau.
Total luas areal pertanian untuk padi organik di Kabupaten Pringsewu adalah 193 Ha dengan produksi rata-rata sekitar 770 ton/tahun. Sentra padi organik terdapat di Kecamatan Pagelaran dan Gadingrejo, yang sebagian besar dikembangkan dengan menggunakan pupuk kompos dan pestisida nabati sehingga memiliki cita rasa dan harga jual lebih tinggi sekitar 30-40% dibandingkan dengan padi pada umumnya. Potensi ini dapat dikembangkan dengan adanya Lahan yang tersedia dan SDM petani SLPHT yang ada, serta terbukanya peluang pengembangan industri penggilingan beras.
Kabupaten Pringsewu memiliki ketersediaan lahan yang luas dan subur sehingga sangat potensial untuk pengembangan tanaman palawija seperti, tomat, cabe, sayur mayur dan tanaman palawija lainnya. Komoditas tanaman palawija ini, menjadi komoditas yang cukup handal yang pemasarannya tidak saja di Kabupaten Pringsewu dan Provinsi Lampung, tetapi telah merambah keluar Provinsi Lampung, seperti Jakarta dan Palembang.
Di bidang perikanan, Kabupaten Pringsewu sangat potensial untuk pengembangan usaha Budidaya Air Tawar. Pada tahun 2009 potensi perikanan budidaya air tawar di Kabupaten Pringsewu sebesar 1.023 Ha dengan tingkat pemanfaatan lahan seluas 501,60 Ha dan produksi secara keseluruhan sebesar 4.637,49 ton.
Salah satu komoditas penting perikaan budidaya di Kabupaten Pringsewu adalah Ikan Gurame, disamping komoditas lain seperti ikan lele, mas, nila, belut dan patin. Pada tahun 2009 pemanfaatan kolam untuk komoditas ikan Gurame adalah seluas 92,5 Ha dengan produksi sebesar 309,9 ton. Pemanfaatan kolam gurame tersebut menyebar di 4 (empat) kecamatan yakni, kecamatan Pagelaran, Pardasuka, Banyumas, dan Sukoharjo.
Pengembangan komoditas ikan gurame di Kabupaten Pringsewu sangat menjanjikan hal ini disebabkan oleh selain kondisi daerah yang sangat mendukung juga disebabkan kegiatan budidaya ikan gurame memiliki nilai ekonomis yang tinggi disemua tahapan produksi.
potensi Bidang Peternakan di Kabupaten Pringsewu juga sangat potensial untuk dikembangkan, baik potensi pengembangan ternak kecil maupun besar. Untuk ternak kecil, potensi Kambing dan Domba sangat potensial, hal ini dapat dilihat dari populasi kambing yang ada sebesar 55.267 ekor dan populasi Domba sebesar 13.857 ekor dan juga ternak babi sebesar 279 ekor. Dengan memanfaatkan luas lahan serta padang rumput yang ada, usaha pengembangan kambing burawa sangat cocok sekali dikembangkan di Kabupaten Pringsewu. Kambing jenis ini merupakan hasil persilangan antara induk betina peranakan kambing Ettawa (PE) yang memiliki tubuh besar dan kambing pejantan Boer sebagai kambing pedaging. Untuk Potensi ternak besar, Kabupaten Pringsewu juga sangat potensial, hal ini dapat dilihat dari populasi ternak besar yang ada seperti sapi sebanyak 9.493 ekor dan populasi kerbau sebanyak 3.276 ekor.
Pengembangan Usaha peternakan sapi potong, merupakan salah satu usaha yang cukup prospektif di Kabupaten Pringsewu, peluang pengembangan sapi potong juga didukung oleh harga sapi hidup dan daging sapi yang terus meningkat, tersedianya tehnologi pakan ternak dan reproduksi IB maupun embrio transfer, serta meningkatnya permintaan daging sapi segar dan olahan di dalam negeri. Usaha ini juga didukung oleh ketersediaan lahan yang luas bagi budidaya tanaman rumput gajah sebagai bahan pakan ternak. Dengan masih banyaknya areal pekarangan serta lahan yang ada, di Kabupaten Pringsewu juga memungkinkan untuk pengembangan usaha peternakan unggas.
Jenis unggas yang dapat dikembangkan adalah ayam buras, ayam ras petelur, ayam ras pedaging dan ternak itik. Populasi rata-rata unggas pertahun di Kabupaten Pringsewu adalah ayam buras 108.538 Ekor, ayam ras petelur 133.100 ekor, ayam ras pedaging 1.741.200 ekor dan populasi itik sebanyak 25.131 ekor.
Potensi Pertambangan
Di bidang pertambangan, Kabupaten Pringsewu mempunyai sumber daya alam bahan tambang yang cukup potensial. Terdapat beberapa jenis bahan galian seperti Mangan, Bentonit, Marmer, Biji Besi, Silika, Biorit dan Andesit yang tersebar di beberapa lokasi, termasuk potensi sumber air mineral di Kecamatan Ambarawa yakni Air Karawang yang sudah terkenal di seluruh Provinsi Lampung. Sebagian besar potensi tersebut masih belum dioptimalkan. Oleh Karenanya, Pemerintah Kabupaten Pringsewu membuka seluas-luasnya kepada para investor yang ingin berinvestasi di bidang pertambangan dengan mempermudah proses perizinannya.
Potensi Industri
Dalam bidang industri, Kabupaten Pringsewu masih didominasi oleh industri kecil dan home industri, diantaranya sentra industri kain tapis, manik-manik, kain perca, dan kerajinan anyaman bambu, industri batu bata dan genteng. Industri kain perca Pringsewu yang berpusat di Kecamatan Banyumas telah mampu menembus pasar di seluruh Sumatera dan Jawa. Selain itu, industri kerajinan yang berbahan baku dari Batu Sui Seki, merupakan kerajinan yang cukup unik dan sangat menarik serta memiliki nilai seni yang sangat tinggi Kerajinan batu sui seki ini sebagian besar masih berupa industri perorangan dan industri rumah tangga. Untuk industri batu bata, di Pringsewu terdapat sebanyak 244 unit usaha yang mampu, menyerap tenaga kerja sebanyak 3.172 orang, dengan kapasitas produksi mencapai 89.060.000 buah per tahun dan nilai investasi sebesar 26 milyar lebih. Begitu pula untuk industri pembuatan genteng, Kabupaten Pringsewu memiliki total industri sebanyak `137 unit, dengan kapasitas produksi 50.005.000 buah per tahun, dengan nilai investasi sebesar 15 milyar lebih dan menyerap tenaga kerja sebanyak 2.055 orang, meskipun sebagian besar masih beskala usaha kecil dan menengah.
Potensi Pariwisata
Dalam bidang pariwisata, sektor ini masih memerlulan dukungan dan upaya yang lebih optimal, sehingga sektor pariwisata di Kabupaten Pringsewu dapat berkembang secara lebih optimal.
Sebagai modal awasl dan sumber daya alam, di Pringsewu terdapat beberapa obyek wisata yang prospektif untuk dikembangkan di antaranya tempat wisata ziarah berupa Makam KH Ghalib dan wisata religi umat Katolik Goa Maria La Verna, bangunan bersejarah peninggalan Belanda berupa Talang, kawasan Bukit Bintang yang kesemuanya berlokasi di sekitar ibukota Kabupaten Pringsewu.
Selain itu terdapat potensi wisata lainnya seperti Goa Selapan di Kecamatan Pardasuka, Telaga Gupit dan bangunan Pura Bukit Hindu yang berada di Kecamatan Gadingrejo, serta masih banyak lokasi-lokasi menarik yang memiliki prospek untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai kawasan wisata, yang belum tergali secara maksimal.
Selain itu, sejumlah obyek wisata lain yang sebagian sudah dikelola masyarakat diantaranya berupa kolam renang. Bagi para pecinta kuliner, kehidupan malam di Pringsewu juga menjajikan suguhan wisata kuliner yang tak kalah menarik sepanjang malam. Berbagai macam suguhan dan menu khas masakan dari yang modern hingga tradisional tersedia tersedia cukup lengkap di berbagai sudut lokasi. Termasuk tersedia pula berbagai restoran besar dan kecil yang menyajikan mulai masakan tradisional, nasional hingga restoran cepat saji (KFC[6]). Tak ketinggalan pula sarana pendukung lainnya yakni jasa akomodasi berupa fasilitas hotel dan penginapan, telah tersedia pula di Pringsewu.
Sumber http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Pringsewu
Berita Pringsewu × Lampung × Pringsewu
Laporan Reporter Tribun Lampung, R Didik Budiawan
TRIBUNLAMPUNG.co.id PRINGSEWU - Pemkab Pringsewu telah menganggarkan dana sekitar Rp 700 juta di APBD Tahun 2013 ini untuk penyelenggaraan penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS).
Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat Kabupaten Pringsewu Budi Heryanto mengatakan bahwa Pemkab Pringsewu membutuhkan kurang lebih 1.089 pegawai baru terdiri di antaranya, pegawai teknis, guru dan tenaga kesehatan.
Kebutuhan pegawai tersebut, lanjut dia, terlihat dari adanya kekosongan staf PNS di setiap satuan kerja perangkat daerah. Selain itu, tambahnya, dari banyaknya PNS Pemkab Pringsewu yang sudah memasuki masa pensiun.
Dia mengatakan, bahwa Pemkab Pringsewu telah mengusulkan ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan dan RB) dan BKN untuk kepentingan penerimaan CPNS ini. "Sudah diusulkan, cuma ada persyaratan yang kurang yaitu analisis kebutuhan pegawai," kata Budi , Minggu (10/2/2013). (*)
Berita Pringsewu × Lampung × Pringsewu
laporan reporter tribunlampung, robertus didik
Kepala Kepolisian Resor Tanggamus AKBP A Djoko Widiyanto menyatakan bahwa wilayah register 22 Way Wayah masih kondusif dan aman. Menurutnya, tidak ada yang berkepentingan melakukan pelanggaran hukum.
"Wilayah Register 22 Way Wayah masih kondusif dan aman. Tidak ada yang berkepentingan melakukan pelanggaran hokum," tukasnya
Bahkan, dia akan membuka kembali perkara-perkara di register 22 untuk upaya penegakan hukum. Tapi, Djoko mengatakan, upaya tersebut bisa dilakukan setelah ada keputusan soal keabsahan tanah dari Pemkab Pringsewu.
Akan tetapi, Skretaris Umum Serikat Tani Indonesia Agustinus Triana menggaris bawahi, bahwa warga membutuhkan jaminan keamanan atas sengketa lahan tersebut. Karena ancaman kemanan ini meningkat pada musim-musim tertentu.
Seperti pada masa tanam dan masa panen. Selain itu, ada juga persoalan-persoalan yang dipicu oleh perkara kecil."Ini kadang hanya persoalan papaya, pisang, menimbulkan masalah," tukasnya.
Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM SN Laila menyebutkan, jaminan keamanan ini menjadi catatan KomnasHAM yang ketiga dalam penanganan sengketa lahan itu.
Catatan berikutnya (keempat), tambah Laila, penegakan hokum seharusnya tidak hanya pada perselisihan tanahnya.Dia mengatakan, bahwa dimanapun warga melakukan kriminalitas harus ditindak sesuai dengan prosedur hukum. "Aparat penegak hukum, harus melaksanakan tugas sesuai dengan apa yang menjadi kewenangan penegak hukum itu sendiri," ujarnya.
Sementara Bupati Pringsewu Sujadi menyatakan, bahwa pertemuan yang dilakukan dengan Komnas HAM dan pihak-pihak yang terkait itu belum menjadi akhir penyelesaian sengketa lahan di register 22 Way Wayah. "Masih memerlukan tahapan-tahapan (lagi)," ujarnya.
Dia sempat meninformasikan, bahwa 25 Februari 2013 nanti, Mentri Kehutanan RI Zulkifli Hasan akan datang ke Pringsewu terkait sengketa lahan register 22 Way Wayah. (dik)



